GoMarginify
Coba gratis

Lazada: hitung biaya dan profit yang hilang

Jangan sampai a SKU malah buntung gara-gara salah hitung biaya SKU, fee, dan refund. Simak cara tepat menghitung profit bersih di Lazada.

Diperbarui 25/9/2026

Biaya Urus a SKU: Apa Saja yang Harus Dihitung?

Di Lazada, biaya urus a SKU cuma harga barang yang kamu jual. Ada biaya pendaftaran SKU, biaya iklan, biaya pengiriman, biaya refund, dan fee platform yang bikin marginmu makin tipis. Contohnya, a SKU yang kamu jual Rp150.000 ternyata cuma untung Rp12.000 setelah semua biaya keluar. Itu artinya marginmu cuma, padahal targetmu.

Jangan lupa, biaya SKU di Lazada juga berbeda-beda tergantung kategori. Misalnya, kategori Elektronik biasanya dikenakan fee 12-, sementara kategori Fashion hanya 8-. Kalau kamu menjual buku di Lazada, biaya SKU-nya lebih mirip dengan biaya pembuatan SKU di Amazon KDP—sekitar 5-dari harga jual.

Satu lagi yang sering dilupakan: biaya pengiriman. Lazada memberlakukan biaya pengiriman yang berbeda untuk setiap wilayah. Jika kamu menjual ke luar pulau, biaya kirimnya bisa naik 20-dari harga pokok. Misalnya, a SKU kamu jual Rp200.000 di Jakarta, tapi kalau dikirim ke Medan, biaya kirimnya bisa tembus Rp40.000. Itu artinya marginmu langsung turun dari jadi.

Cara Menghitung Profit Bersih di Lazada dengan Tepat

Untuk menghitung profit bersihmu di Lazada, kamu perlu memasukkan semua biaya yang keluar. Mulai dari biaya pembelian barang, biaya iklan, biaya pengiriman, fee platform, hingga refund. Rumusnya sederhana:

**Profit Bersih = (Harga Jual - Biaya Pembelian) - (Fee Platform + Biaya Iklan + Biaya Pengiriman + Refund)**

Misalnya, kamu menjual buku dengan harga Rp100.000. Biaya pembelian per buku Rp60.000. Fee platform, biaya iklan Rp5.000 per unit, biaya pengiriman Rp15.000, dan refund. Maka perhitungannya jadi:

- Harga Jual: Rp100.000 - Biaya Pembelian: Rp60.000 - Fee Platform (): Rp10.000 - Biaya Iklan: Rp5.000 - Biaya Pengiriman: Rp15.000 - Refund (dari Rp100.000): Rp5.000

**Profit Bersih = (Rp100.000 - Rp60.000) - (Rp10.000 + Rp5.000 + Rp15.000 + Rp5.000) = Rp40.000 - Rp35.000 = Rp5.000**

Dengan margin hanya, kamu perlu menaikkan harga jual atau menekan biaya iklan dan pengiriman.

Jika kamu malas menghitung manual, gunakan tools seperti GoMarginify yang bisa otomatis menghitung profit bersih per SKU hari. Tools ini juga bisa memberi peringatan kalau ada a SKU mulai merugi.

Biaya SKU vs Profit Amazon KDP: Mana yang Lebih Untung?

Banyak seller yang membandingkan biaya SKU di Lazada dengan profit Amazon KDP. Di Amazon KDP, biaya a SKU rendah karena tidak ada fee platform yang besar. Misalnya, untuk menjual buku di Amazon KDP, kamu hanya dikenakan biaya printing dan distribusi sekitar 40-dari harga jual. Sementara di Lazada, fee platform bisa mencapai 10-ditambah biaya iklan dan pengiriman.

Tapi jangan salah, profit Amazon KDP juga tidak selalu lebih tinggi. Di Amazon, kamu harus bersaing dengan ribuan seller lain, dan biaya iklan bisa naik drastis kalau kompetisinya ketat. Sementara di Lazada, kamu punya pasar lokal yang lebih mudah dijangkau.

Contohnya, a SKU yang kamu jual Rp150.000 di Lazada dengan margin (Rp15.000) bisa jadi lebih untung daripada menjualnya di Amazon KDP dengan margin (Rp22.500) tapi biaya iklan dan kompetisi yang tinggi. Jadi, pilih platform yang sesuai dengan jenis produk dan target pasarmu.

Tips Hemat Biaya Pembuatan SKU di Lazada

Biaya pembuatan SKU di Lazada bisa jadi pembunuh margin kalau tidak dikelola dengan baik. Berikut beberapa tips untuk menekan biaya a SKU, gunakan foto produk yang sudah siap pakai. Lazada tidak memungkinkan foto yang buram atau tidak sesuai standar. Kalau kamu harus bayar fotografer profesional, pastikan foto tersebut bisa digunakan untuk semua marketplace, termasuk Amazon KDP. Dengan begitu, biaya pembuatan a SKU ditekan karena tidak perlu foto ulang untuk setiap platform.

Kedua, daftarkan a SKU batch. Jangan daftarkan satu per satu karena biaya pendaftaran a SKU item bisa mencapai Rp5.000-Rp10.000. Kalau kamu daftarkan 10 a SKU, biaya per SKU turun jadi Rp2.000-Rp3.000.

Ketiga, manfaatkan fitur Lazada Seller Center untuk mengelola a SKU massal. Dengan fitur ini, kamu bisa mengunggah data a SKU format Excel dan menghemat waktu serta biaya.

Keempat, hindari a SKU terlalu spesifik. Semakin spesifik SKU, semakin kecil kemungkinan terjual. Misalnya, daripada membuat a SKU "Buku Novel Indonesia Edisi Terbaru", lebih baik buat a SKU "Buku Novel Indonesia" saja. Dengan begitu, kamu bisa menjual lebih banyak dan menekan biaya pembuatan a SKU unit.

Contoh Nyata: a SKU yang Untung dan Mana yang Buntung?

Ambil contoh dua a SKU sering dijual di Lazada:

**SKU A: Tas Ransel Wanita** - Harga Jual: Rp250.000 - Biaya Pembelian: Rp120.000 - Fee Platform (): Rp30.000 - Biaya Iklan: Rp20.000 - Biaya Pengiriman: Rp25.000 - Refund (): Rp7.500 - Profit Bersih: Rp250.000 - Rp120.000 - Rp30.000 - Rp20.000 - Rp25.000 - Rp7.500 = Rp47.500 (margin )

**SKU B: Buku Anak-Anak** - Harga Jual: Rp80.000 - Biaya Pembelian: Rp40.000 - Fee Platform (): Rp6.400 - Biaya Iklan: Rp15.000 - Biaya Pengiriman: Rp12.000 - Refund (): Rp4.000 - Profit Bersih: Rp80.000 - Rp40.000 - Rp6.400 - Rp15.000 - Rp12.000 - Rp4.000 = Rp2.600 (margin 3,)

Dari contoh di atas, SKU A masih untung dengan margin, tapi SKU B malah buntung dengan margin hanya 3,. Kalau kamu tidak sadar, SKU B bisa jadi pembunuh marginmu setiap bulan.

Solusinya, naikkan harga jual SKU B jadi Rp90.000 atau kurangi biaya iklan jadi Rp10.000. Dengan begitu, marginnya bisa naik jadi.

Profit Hunter Amazon vs Lazada: Mana yang Lebih Gampang?

Banyak seller yang mencoba menjadi "Profit Hunter Amazon" dengan menghitung profit Amazon per tahun atau per hari. Tapi di Lazada, caranya sedikit berbeda. Di Amazon, kamu bisa dengan mudah menghitung profit per SKU fee platformnya lebih transparan. Sementara di Lazada, fee platform dan biaya pengiriman bisa berubah-ubah tergantung wilayah dan kategori.

Misalnya, di Amazon, fee referral untuk kategori buku hanya, tapi di Lazada bisa naik jadi kalau kamu menjual ke luar negeri. Itu artinya, profit Amazon per tahun bisa lebih stabil, tapi profit Lazada lebih fluktuatif.

Namun, Lazada memiliki keunggulan dalam hal pasar lokal. Kamu bisa dengan mudah menjangkau konsumen di Indonesia tanpa harus bersaing dengan ribuan seller internasional. Jadi, kalau kamu ingin fokus pada pasar lokal dengan biaya a SKU lebih terjangkau, Lazada bisa jadi pilihan yang lebih baik.

Tapi ingat, jangan asal memilih platform. Hitung dulu profit per SKU-nya. Kalau ternyata marginmu di Lazada lebih tipis daripada di Amazon, pertimbangkan untuk menjual di kedua platform sekaligus. Dengan tools seperti GoMarginify, kamu bisa dengan mudah memantau profit per SKU di Lazada dan Amazon secara bersamaan.

Pertanyaan umum

Berapa biaya urus SKU di Lazada untuk kategori Fashion?

Untuk kategori Fashion di Lazada, biaya urus a SKU berkisar antara 8-dari harga jual. Selain itu, ada juga biaya pendaftaran a SKU Rp5.000-Rp10.000 per item kalau kamu daftar satu per satu. Kalau daftar dalam batch, biaya per SKU turun jadi Rp2.000-Rp3.000.

Bagaimana cara menghitung profit Amazon KDP dibandingkan Lazada?

Di Amazon KDP, biaya utama adalah biaya printing dan distribusi sekitar 40-dari harga jual. Sementara di Lazada, fee platform 10-ditambah biaya iklan dan pengiriman. Contohnya, kalau kamu jual buku Rp100.000 di Amazon KDP dengan margin, profit bersihmu sekitar Rp15.000. Tapi kalau di Lazada dengan margin, profit bersihmu hanya Rp10.000. Jadi, hitung dulu mana yang lebih untung untuk produkmu.

Apa itu biaya a SKU bagaimana cara menekannya?

Biaya a SKU semua biaya yang dikeluarkan untuk mendaftarkan dan menjual satu produk di marketplace, termasuk biaya pendaftaran, foto produk, dan biaya iklan. Untuk menekannya, daftarkan a SKU batch, gunakan foto produk yang sudah siap pakai, dan hindari a SKU terlalu spesifik. Dengan begitu, biaya per SKU turun drastis.

Apakah tools seperti GoMarginify benar-benar membantu menghitung profit Lazada?

Iya, tools seperti GoMarginify bisa sangat membantu. Tools ini otomatis menghitung profit bersih per SKU hari, termasuk fee platform, biaya iklan, pengiriman, dan refund. Kamu juga bisa mendapatkan laporan harian via email atau IM, jadi tidak perlu repot menghitung manual. Coba dulu gratis selama 7 hari tanpa kartu kredit.

Bacaan terkait

Pantau laba nyata Anda di semua marketplace

Cara menghitung profit Lazada tanpa salah hitung. Termasuk biaya SKU, fee, refund, dan tips hemat biaya pembuatan SKU. Contoh nyata a SKU vs merugi di Lazada.

Mulai uji coba gratis 7 hari