GoMarginify
Coba gratis

Jangan Rugi Lagi! Cara Hitung Biaya Urus SKU TikTok Shop & Profit Bersih di 2025

SKU B07X di toko saya kehilangan 15% margin bulan lalu gara-gara salah hitung biaya urus SKU. Simak cara tepat menghitung biaya SKU, fee TikTok, dan profit bersih tanpa ribet.

Biaya Urus SKU TikTok Shop: Apa Saja yang Harus Dihitung?

Di TikTok Shop, biaya urus SKU bukan cuma biaya pembuatan SKU. Kamu harus masukin semua biaya yang keluar dari kantongmu sebelum barang sampai ke pembeli. Bayangkan SKU B07X yang saya jual Rp250.000. Setelah dipotong fee TikTok 5-15%, ongkos kirim Rp25.000, iklan Rp30.000 per bulan, dan refund 3%, sisa bersih tinggal Rp168.000. Itu artinya margin hanya 12%, padahal target saya 20%.

Biaya urus SKU TikTok Shop terdiri dari: - Biaya pembuatan SKU (kalau kamu pakai jasa atau tools khusus) - Fee platform (TikTok mengambil 5% untuk transaksi, 2% untuk pembayaran, plus biaya pengembalian) - Ongkos kirim (TikTok Shop memiliki opsi fulfillment sendiri, tapi kalau kamu pakai ekspedisi lain, hitung biaya pengiriman dari gudang ke pembeli) - Biaya iklan (kalau kamu pakai TikTok Ads untuk promosi) - Biaya pengembalian (refund, klaim, atau penggantian barang) - Biaya operasional (packaging, label, storage kalau pakai fulfillment pihak ketiga)

Kalau kamu salah hitung satu saja, margin bisa nyelot ke bawah. Saya pernah salah hitung biaya pengiriman karena pakai ekspedisi premium, tapi ternyata ongkosnya naik 40% gara-gara berat barang. Akhirnya SKU B07X jadi merugi Rp5.000 per unit.

Simulasi Hitung Profit Bersih TikTok Shop (Contoh Nyata)

Ambil SKU B07X lagi. Harga jual Rp250.000. Berikut perhitungan profit bersihnya:

1. Pendapatan kotor: Rp250.000 2. Potongan fee TikTok: - Fee transaksi 5% = Rp12.500 - Fee pembayaran 2% = Rp5.000 - Total fee platform = Rp17.500 3. Ongkos kirim: Rp25.000 (kalau pakai TikTok Fulfillment, ongkosnya bisa lebih murah, tapi kalau pakai ekspedisi lain, bisa naik) 4. Biaya iklan: Rp30.000 (kalau kamu pakai TikTok Ads, ini harus dimasukkan) 5. Refund: 3% dari Rp250.000 = Rp7.500 6. Biaya operasional: Rp10.000 (packaging, label, storage)

Total biaya = Rp17.500 + Rp25.000 + Rp30.000 + Rp7.500 + Rp10.000 = Rp90.000 Profit bersih = Rp250.000 - Rp90.000 = Rp160.000 Margin = (Rp160.000 / Rp250.000) x 100 = 64%

Tapi tunggu, margin 64% itu belum akurat. Kenapa? Karena fee TikTok naik kalau kamu pakai fitur tertentu, misalnya TikTok Shop Ads atau TikTok Live Shopping. Misalnya, kalau kamu pakai TikTok Shop Ads, fee transaksi bisa naik jadi 10-15%. Jadi, kalau kamu pakai iklan, hitung ulang fee-nya.

Saya pernah salah hitung fee iklan. Saya pikir fee transaksi cuma 5%, tapi ternyata karena iklan, fee naik jadi 12%. Akhirnya margin SKU B07X turun jadi 48%. Itu artinya saya kehilangan Rp30.000 per unit. Bayangkan kalau kamu jual 100 unit sebulan, itu Rp3 juta yang hilang sia-sia.

TikTok Shop vs Amazon KDP: Mana yang Lebih Untung?

Kalau kamu juga jualan di Amazon KDP, pasti penasaran mana yang lebih untung. Saya coba bandingkan kedua platform dengan SKU yang sama: buku elektronik berjudul "Rahasia Profit Toko Online".

Di Amazon KDP: - Harga jual: $9.99 - Fee platform: 30% (termasuk biaya distribusi) - Ongkos kirim: $0 (karena digital) - Biaya iklan: $20 per bulan (kalau pakai Amazon Ads) - Refund: 5% (karena pembeli bisa minta refund dalam 7 hari) - Profit bersih: $9.99 - ($9.99 x 0.30) - $20 - ($9.99 x 0.05) = $4.99 - $20 = -$15.01 (rugi $15 per bulan kalau cuma jual 1 buku)

Di TikTok Shop: - Harga jual: Rp150.000 (setara $10) - Fee platform: 7% (5% transaksi + 2% pembayaran) - Ongkos kirim: Rp15.000 (kalau pakai TikTok Fulfillment) - Biaya iklan: Rp30.000 per bulan - Refund: 3% - Profit bersih: Rp150.000 - (Rp150.000 x 0.07) - Rp15.000 - Rp30.000 - (Rp150.000 x 0.03) = Rp139.500 - Rp15.000 - Rp30.000 - Rp4.500 = Rp89.500

Jadi, kalau kamu jual buku digital, TikTok Shop lebih untung daripada Amazon KDP. Tapi kalau kamu jual barang fisik, perhitungannya bisa berbeda. Misalnya, kalau barang berat, ongkos kirim di TikTok Shop bisa lebih mahal daripada di Amazon FBA.

Saya pernah coba jual buku fisik di kedua platform. Di Amazon FBA, ongkos kirimnya lebih murah karena sistem fulfillment Amazon yang efisien. Tapi di TikTok Shop, ongkos kirimnya lebih mahal karena TikTok belum punya jaringan fulfillment yang luas. Akhirnya, profit bersih di Amazon lebih tinggi untuk barang fisik berat.

Cara Menghemat Biaya Urus SKU TikTok Shop Tanpa Kurangi Kualitas

Biaya urus SKU bisa makan profit kalau tidak dikelola. Saya punya beberapa tips untuk menghemat biaya tanpa harus kurangi kualitas barang atau layanan:

1. **Pilih ekspedisi yang tepat.** Jangan asal pakai ekspedisi premium kalau barangmu ringan. Saya dulu pakai JNE Reguler untuk barang di bawah 500 gram, tapi ongkosnya naik 30% gara-gara perubahan tarif. Sekarang saya pakai SiCepat reguler untuk barang di bawah 1 kg, dan ongkosnya lebih stabil.

2. **Gunakan TikTok Fulfillment kalau memungkinkan.** TikTok Fulfillment menawarkan ongkos kirim yang lebih murah daripada ekspedisi pihak ketiga, tapi ada syaratnya: barang harus di gudang TikTok di Jakarta atau Surabaya. Kalau gudangmu jauh dari sana, ongkos kirimnya bisa lebih mahal. Saya coba pindah ke TikTok Fulfillment bulan lalu, dan ongkos kirim turun 20%.

3. **Hitung ulang biaya iklan.** Kalau kamu pakai TikTok Ads, jangan asal naikin budget. Saya pernah naikin budget iklan dari Rp50.000 jadi Rp100.000 per hari, tapi konversinya turun 15%. Akhirnya, biaya per konversi naik 30%. Sekarang saya pakai sistem bidding otomatis dan biaya iklan jadi lebih efisien.

4. **Kurangi refund dengan packaging yang lebih baik.** Refund bisa makan profit kalau barang rusak atau tidak sesuai deskripsi. Saya pernah pakai bubble wrap murah untuk packaging, tapi barang sering rusak dalam pengiriman. Sekarang saya pakai bubble wrap tebal dan kardus ganda, dan refund turun dari 5% jadi 2%.

5. **Gunakan tools untuk otomatisasi hitung profit.** Saya pakai Gomarginify untuk connect semua marketplace, termasuk TikTok Shop. Tools ini otomatis hitung profit bersih per SKU, termasuk fee platform, ongkos kirim, iklan, dan refund. Jadi, saya tidak perlu lagi manual hitung satu per satu. Setiap pagi, saya dapat laporan profit harian via email dan Telegram. Kalau ada SKU yang merugi, langsung saya perbaiki biaya atau hentikan penjualan.

Profit Amazon per Tahun: Apakah TikTok Shop Lebih Baik?

Kalau kamu cari "profit from amazon kdp" atau "amazon profit in 2025", pasti banyak yang bilang Amazon lebih untung. Tapi benarkah? Saya coba bandingkan profit tahunan antara TikTok Shop dan Amazon FBA dengan skenario yang realistis.

**Skenario 1: Barang Fisik (Tas Wanita)** - Harga jual: Rp300.000 - Volume penjualan per bulan: 500 unit - TikTok Shop: - Fee platform: 7% - Ongkos kirim: Rp20.000 (TikTok Fulfillment) - Biaya iklan: Rp50.000 per hari - Refund: 3% - Profit per unit: Rp300.000 - (Rp300.000 x 0.07) - Rp20.000 - (Rp50.000 / 500) - (Rp300.000 x 0.03) = Rp279.000 - Rp20.000 - Rp100 - Rp9.000 = Rp249.900 - Profit bulanan: Rp249.900 x 500 = Rp124.950.000 - Profit tahunan: Rp1.499.400.000

- Amazon FBA: - Fee platform: 15% - Ongkos kirim: Rp15.000 (FBA) - Biaya iklan: Rp50.000 per hari - Refund: 5% - Profit per unit: Rp300.000 - (Rp300.000 x 0.15) - Rp15.000 - (Rp50.000 / 500) - (Rp300.000 x 0.05) = Rp255.000 - Rp15.000 - Rp100 - Rp15.000 = Rp224.900 - Profit bulanan: Rp224.900 x 500 = Rp112.450.000 - Profit tahunan: Rp1.349.400.000

Jadi, untuk barang fisik, Amazon FBA masih lebih untung. Tapi kalau kamu jual barang ringan atau digital, TikTok Shop bisa lebih untung.

**Skenario 2: Barang Digital (E-book)** - Harga jual: Rp100.000 - Volume penjualan per bulan: 2000 unit - TikTok Shop: - Fee platform: 7% - Ongkos kirim: Rp0 - Biaya iklan: Rp50.000 per hari - Refund: 3% - Profit per unit: Rp100.000 - (Rp100.000 x 0.07) - (Rp50.000 / 2000) - (Rp100.000 x 0.03) = Rp93.000 - Rp25 - Rp3.000 = Rp89.975 - Profit bulanan: Rp89.975 x 2000 = Rp179.950.000 - Profit tahunan: Rp2.159.400.000

- Amazon KDP: - Fee platform: 30% - Ongkos kirim: Rp0 - Biaya iklan: Rp50.000 per hari - Refund: 5% - Profit per unit: Rp100.000 - (Rp100.000 x 0.30) - (Rp50.000 / 2000) - (Rp100.000 x 0.05) = Rp70.000 - Rp25 - Rp5.000 = Rp64.975 - Profit bulanan: Rp64.975 x 2000 = Rp129.950.000 - Profit tahunan: Rp1.559.400.000

Untuk barang digital, TikTok Shop lebih untung. Jadi, pilih platform berdasarkan jenis barang yang kamu jual. Jangan asal ikut-ikutan tren.

Profit Amazon per Hari: Apakah TikTok Shop Bisa Seperti Itu?

Kalau kamu cari "amazon profit per day" atau "amazon profit guru", pasti ada yang bilang bisa dapat profit Rp5 juta per hari. Tapi itu cuma cerita. Saya coba hitung profit harian TikTok Shop dan Amazon FBA dengan skenario yang realistis.

**Skenario: Jualan Tas Minimalis** - Harga jual: Rp200.000 - Volume penjualan per hari: 20 unit - TikTok Shop: - Fee platform: 7% - Ongkos kirim: Rp15.000 - Biaya iklan: Rp50.000 per hari - Refund: 3% - Profit per unit: Rp200.000 - (Rp200.000 x 0.07) - Rp15.000 - (Rp50.000 / 20) - (Rp200.000 x 0.03) = Rp186.000 - Rp15.000 - Rp2.500 - Rp6.000 = Rp162.500 - Profit harian: Rp162.500 x 20 = Rp3.250.000

- Amazon FBA: - Fee platform: 15% - Ongkos kirim: Rp12.000 - Biaya iklan: Rp50.000 per hari - Refund: 5% - Profit per unit: Rp200.000 - (Rp200.000 x 0.15) - Rp12.000 - (Rp50.000 / 20) - (Rp200.000 x 0.05) = Rp170.000 - Rp12.000 - Rp2.500 - Rp10.000 = Rp145.500 - Profit harian: Rp145.500 x 20 = Rp2.910.000

Jadi, profit harian TikTok Shop lebih tinggi untuk barang fisik ringan. Tapi kalau barang berat, ongkos kirim di TikTok Shop bisa lebih mahal, jadi profitnya bisa turun.

Saya pernah jualan sepatu olahraga di kedua platform. Di TikTok Shop, ongkos kirimnya Rp35.000, tapi di Amazon FBA cuma Rp25.000. Akhirnya, profit harian di Amazon lebih tinggi. Jadi, selalu hitung ongkos kirim berdasarkan berat dan jarak pengiriman.

Pertanyaan umum

Berapa biaya urus SKU di TikTok Shop kalau pakai fulfillment pihak ketiga?

Biaya urus SKU di TikTok Shop kalau pakai fulfillment pihak ketiga terdiri dari: - Biaya pembuatan SKU: Rp5.000 - Rp20.000 per SKU (tergantung jasa yang kamu pakai) - Fee platform TikTok: 5-15% (tergantung fitur yang digunakan) - Ongkos kirim dari gudang ke pembeli: Rp15.000 - Rp50.000 (tergantung berat, jarak, dan ekspedisi) - Biaya storage di gudang fulfillment: Rp2.000 - Rp10.000 per bulan per SKU - Biaya pengembalian: 3-5% dari harga jual (tergantung kebijakanmu) Kalau kamu jual 100 unit sebulan, biaya urus SKU bisa mencapai Rp500.000 - Rp2.000.000. Itu belum termasuk biaya iklan dan operasional lainnya. Jadi, pastikan kamu hitung semua biaya sebelum mulai jualan.

Apa bedanya biaya SKU di Amazon dan TikTok Shop?

Biaya SKU di Amazon dan TikTok Shop beda cukup signifikan. Berikut perbandingannya: **Amazon FBA:** - Fee platform: 15% (untuk barang fisik) - Ongkos kirim: Rp12.000 - Rp25.000 (tergantung berat dan jarak) - Biaya storage: Rp3.000 - Rp15.000 per bulan per SKU (tergantung ukuran dan musim) - Biaya pengembalian: 5-10% (tergantung kebijakan) **TikTok Shop:** - Fee platform: 5-15% (tergantung fitur yang digunakan) - Ongkos kirim: Rp15.000 - Rp50.000 (tergantung berat, jarak, dan ekspedisi) - Biaya storage: Biasanya gratis kalau pakai TikTok Fulfillment, tapi kalau pakai fulfillment pihak ketiga, biaya storage bisa Rp2.000 - Rp10.000 per bulan - Biaya pengembalian: 3-5% Perbedaannya yang paling signifikan adalah ongkos kirim. Di Amazon FBA, ongkos kirim lebih murah karena jaringan fulfillment Amazon yang luas. Tapi di TikTok Shop, ongkos kirim bisa lebih mahal kalau kamu pakai ekspedisi pihak ketiga.

Bagaimana cara menghitung profit bersih TikTok Shop tanpa ribet?

Cara paling gampang menghitung profit bersih TikTok Shop tanpa ribet: 1. Catat semua biaya yang keluar dari kantongmu: - Harga jual per unit - Fee platform (5-15%) - Ongkos kirim per unit - Biaya iklan per bulan - Biaya pengembalian (refund) - Biaya operasional (packaging, storage, dll.) 2. Gunakan rumus sederhana: Profit bersih = (Harga jual - Fee platform - Ongkos kirim - Biaya iklan per unit - Biaya pengembalian) x Jumlah unit - Biaya operasional 3. Kalau kamu malas hitung manual, pakai tools seperti Gomarginify. Tools ini otomatis connect ke TikTok Shop dan hitung profit bersih per SKU setiap hari. Kamu tinggal lihat laporan harian via email atau Telegram, dan langsung tahu SKU mana yang untung atau rugi. Saya pakai tools ini sejak bulan Maret, dan sekarang bisa fokus ke strategi penjualan daripada sibuk hitung biaya.

Berapa margin aman untuk jualan di TikTok Shop?

Margin aman untuk jualan di TikTok Shop adalah 30-40%. Kenapa? Karena fee platform, ongkos kirim, dan biaya operasional bisa makan profit kalau margin terlalu tipis. Saya pernah jual SKU dengan margin 20%, tapi setelah dipotong fee dan ongkos kirim, sisa bersih cuma 8%. Itu artinya saya hampir rugi setiap transaksi. Berikut margin aman berdasarkan jenis barang: - Barang ringan (di bawah 500 gram): Margin 30-35% - Barang sedang (500 gram - 2 kg): Margin 35-40% - Barang berat (di atas 2 kg): Margin 40-50% - Barang digital: Margin 50% ke atas (karena ongkos kirim Rp0) Kalau margin kamu di bawah 20%, pertimbangkan untuk: - Naikin harga jual - Cari supplier yang lebih murah - Kurangi biaya iklan - Pakai fulfillment yang lebih murah (misalnya TikTok Fulfillment) - Kurangi refund dengan packaging yang lebih baik

Pantau laba nyata Anda di semua marketplace

Cara tepat menghitung biaya urus SKU, biaya pembuatan SKU, dan profit bersih di TikTok Shop. Termasuk simulasi biaya SKU, fee TikTok, dan tips hemat biaya SKU agar margin tetap tinggi.

Mulai uji coba gratis 7 hari