Pelacakan Belanja Iklan Ecommerce: 3 Metode yang Berhasil
10 min read
SKU B07X kehilangan 12% margin penjualan bulan lalu. Kami mencoba menurunkan biaya iklan, tetapi tidak tahu mana yang efektif. Kami juga tidak yakin margin penjualan obat di apotek kami seharusnya berapa persen. Jika Anda pernah mengalami hal serupa, artikel ini untuk Anda. Kami akan membahas cara melacak belanja iklan ecommerce dengan tepat, sehingga Anda dapat meningkatkan margin penjualan dan profitabilitas per SKU.
Mengapa Pelacakan Belanja Iklan Ecommerce Penting
Margin penjualan adalah salah satu faktor utama yang menentukan keberhasilan bisnis ecommerce Anda. Jika Anda tidak mengetahui berapa banyak Anda menghabiskan untuk iklan, Anda tidak akan tahu apakah Anda mendapatkan keuntungan yang optimal. Misalnya, jika Anda menghabiskan $3.20 untuk biaya referral setiap kali produk Anda terjual, tetapi Anda tidak mengetahui berapa banyak Anda menghabiskan untuk iklan, Anda tidak akan tahu apakah Anda mendapatkan keuntungan yang optimal. Selain itu, pelacakan belanja iklan ecommerce dapat membantu Anda mengidentifikasi produk yang memiliki margin penjualan rendah dan memutuskan apakah Anda harus terus menjualnya atau tidak.
Metode 1: Menggunakan Tools Pelacakan Belanja Iklan
Ada banyak tools yang dapat membantu Anda melacak belanja iklan ecommerce Anda. Salah satu tools yang kami rekomendasikan adalah Gomarginify. Gomarginify dapat menghubungkan 10 marketplace seperti Amazon, Shopify, TikTok Shop, dan lainnya. Dengan Gomarginify, Anda dapat melihat profit per SKU secara detail, termasuk biaya iklan, biaya pengiriman, dan biaya refund. Selain itu, Gomarginify juga dapat mengirimkan laporan profit harian melalui email dan IM, sehingga Anda dapat selalu memantau keuangan Anda.
Metode 2: Menggunakan Google Analytics
Google Analytics adalah salah satu tools yang dapat membantu Anda melacak belanja iklan ecommerce Anda. Dengan Google Analytics, Anda dapat melihat berapa banyak pengunjung yang datang ke situs Anda melalui iklan, berapa banyak dari mereka yang melakukan pembelian, dan berapa banyak uang yang Anda habiskan untuk iklan. Selain itu, Google Analytics juga dapat membantu Anda mengidentifikasi produk yang paling populer dan produk yang memiliki margin penjualan tinggi.
Metode 3: Menggunakan Spreadsheet
Jika Anda tidak ingin menggunakan tools pelacakan belanja iklan atau Google Analytics, Anda dapat menggunakan spreadsheet untuk melacak belanja iklan ecommerce Anda. Dengan spreadsheet, Anda dapat mencatat berapa banyak uang yang Anda habiskan untuk iklan setiap hari, berapa banyak produk yang terjual, dan berapa banyak keuntungan yang Anda dapatkan. Namun, metode ini memerlukan waktu dan usaha yang lebih banyak, dan mungkin tidak seakurat tools pelacakan belanja iklan atau Google Analytics.
Step by step
- 1
Langkah 1: Pilih Tools Pelacakan Belanja Iklan
Pilih tools pelacakan belanja iklan yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Jika Anda menjual di beberapa marketplace, pilih tools yang dapat menghubungkan semua marketplace tersebut. Misalnya, Gomarginify dapat menghubungkan 10 marketplace seperti Amazon, Shopify, TikTok Shop, dan lainnya.
- 2
Langkah 2: Atur Tools Pelacakan Belanja Iklan
Setelah Anda memilih tools pelacakan belanja iklan, atur tools tersebut sesuai dengan kebutuhan Anda. Misalnya, jika Anda ingin melihat profit per SKU secara detail, atur tools tersebut untuk menampilkan informasi tersebut. Selain itu, pastikan tools tersebut dapat mengirimkan laporan profit harian melalui email dan IM, sehingga Anda dapat selalu memantau keuangan Anda.
- 3
Langkah 3: Analisis Data
Setelah Anda mengetahui berapa banyak uang yang Anda habiskan untuk iklan, Anda dapat menganalisis data tersebut. Misalnya, jika Anda menghabiskan $3.20 untuk biaya referral setiap kali produk Anda terjual, tetapi Anda tidak mengetahui berapa banyak Anda menghabiskan untuk iklan, Anda tidak akan tahu apakah Anda mendapatkan keuntungan yang optimal. Dengan menganalisis data, Anda dapat mengidentifikasi produk yang memiliki margin penjualan rendah dan memutuskan apakah Anda harus terus menjualnya atau tidak.
- 4
Langkah 4: Optimasi Belanja Iklan
Setelah Anda menganalisis data, Anda dapat mengoptimasi belanja iklan Anda. Misalnya, jika Anda menemukan bahwa iklan di platform tertentu tidak efektif, Anda dapat mengurangi belanja iklan di platform tersebut. Selain itu, Anda juga dapat mengoptimasi iklan Anda dengan mengubah teks iklan, gambar iklan, atau target iklan.
FAQ
Apa itu margin penjualan?
Margin penjualan adalah selisih antara harga jual dan biaya produk. Misalnya, jika Anda menjual produk dengan harga $100 dan biaya produk adalah $60, maka margin penjualan Anda adalah $40 atau 40%. Margin penjualan adalah salah satu faktor utama yang menentukan keberhasilan bisnis ecommerce Anda.
Berapa persen margin penjualan yang optimal?
Margin penjualan yang optimal bervariasi tergantung pada produk dan pasar Anda. Namun, umumnya, margin penjualan yang optimal adalah antara 20% hingga 50%. Jika margin penjualan Anda lebih rendah dari itu, Anda perlu mengoptimasi biaya produk atau harga jual Anda.
Bagaimana cara menurunkan biaya iklan?
Anda dapat menurunkan biaya iklan dengan mengoptimasi iklan Anda. Misalnya, Anda dapat mengubah teks iklan, gambar iklan, atau target iklan. Selain itu, Anda juga dapat mengurangi belanja iklan di platform yang tidak efektif dan meningkatkan belanja iklan di platform yang efektif.
Bagaimana cara meningkatkan margin penjualan?
Anda dapat meningkatkan margin penjualan dengan mengoptimasi biaya produk atau harga jual Anda. Misalnya, Anda dapat mencari supplier baru yang menawarkan harga yang lebih rendah, atau Anda dapat meningkatkan harga jual Anda jika permintaan produk Anda tinggi.
Track your real profit across every marketplace
Pelajari cara melacak belanja iklan ecommerce dengan tepat. Tinggalkan margin penjualan obat di apotek yang tidak optimal dan naikkan keuntungan Anda.
Start 7-day free trial